Ad Code

Masalah-Masalah Demokrasi

Buku ini berargumentasi bahwa Demokrasi, sebagai konsep dan praksis, berada dalam posisi yang gamang. Ia selalu berdiri di antara dua pilihan mekanisme kekuasaan yang lebih potensial yaitu Oligarki dan Monarki/Tirani (Otoritarianisme). Jika Demokrasi dikatakan sebagai kekuasaan oleh mayoritas maka juga memunculkan persoalan seperti, di antara yang mayoritas itu siapa yang sesungguhnya menjalankan roda pemerintahan sehari-hari? “Mayoritas” pun merupakan sebuah konsep yang abstrak. Di dalam konsep tersebut terkandung diferensiasi di antara elemen pembentuknya. Atau dengan lain perkataan, konsep mayoritas menjadi relatif apabila didefinisikan menggunakan epistemologi yang berbeda.

Dengan demikian maka Demokrasi sebagai sebuah konsep pemerintahan komunitas politik, ia merupakan sesuatu yang bersifat relatif, tidak final. Korea Utara, Vietnam, Indonesia, Inggris, Cina, Finlandia, ataupun Srilanka menyebut diri mereka sebagai negara Demokrasi. Namun, manifestasi Demokrasi di setiap negara tersebut berbeda-beda, baik dari sudut pandang konstitusional, prosedural, substansial, maupun orientasi prosesnya. Berdasarkan aneka alasan di atas maka proposisi utama di dalam buku ini adalah Demokrasi sebagai sebuah konsep dan praktik ternyata mengandung aneka masalah.

Masalah-masalah Demokrasi, sebab itu, merupakan unsur utama yang hendak disampaikan dalam buku ini. Inspirasi utamanya adalah studi doktoral yang penulis rampungkan di Program Studi Ilmu Politik, Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, khususnya dalam mata kuliah Masalah-Masalah Demokrasi yang dibimbing oleh Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA. dan Dr. Isbodroini Suyanto, MA. Poin-poin penting dari kedua ahli tersebut kemudian penulis susun ulang, dengan tambahan sejumlah referensi dan artikel baru yang dianggap koheren dengan tema Masalah-Masalah Demokrasi. Sebab itu harus dinyatakan bahwa aneka pandangan seputar Demokrasi di dalam buku ini bukanlah murni karya penulis melainkan mereka, yaitu para pemikir dan penulis, yang karyanya dijadikan subyek penulisan buku ini.

Akhir kata, penulis memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Pendidikan Kita (Sandikta) yang memiliki peran utama di dalam upaya penerbitan buku ini. Penghargaan yang setinggi-tingginya juga penulis berikan kepada Dr. Taufan Hunneman – salah satu praktisi Demokrasi di Indonesia – yang telah bersedia memberikan Prolog bagi buku ini. Segala kekeliruan serta kesalahan pengutipan di dalam buku ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.

Bagian-bagian dalam buku ini terdiri atas:

  • Proloog;
  • Genealogi Demokrasi (Demokrasi Awal, Demokrasi Moderen, Kritik atas Lipson); 
  • Demokrasi dan Pesimisme Aristoteles (Riwayat Politik Aristoteles, Aristoteles dan Zoon Politikon, Polis, Etika, Eudaimonia, Justice, Konstitusi dan Demokrasi); 
  • Rousseau, Demokrasi Cocok Bagi Para Dewa (Konsep-konsep Inti Pemikiran Rousseau, Konstitusional, Pandangan Rousseau atas Demokrasi, Pandangan Rousseau atas Aristokrasi, Pandangan Rousseau atas Monarki, Pandangan Rousseau tentang Bentuk Pemerintahan Campuran, Substantif, Kesejahteraan, Kemerdekaan Individu Keamanan, Persamaan Sosial, Pertimbangan Publik, Resolusi Konflik secara Damai, Prosedural, Sistem Politik Multipartai yang Kompetitif, Hak Pilih Universal untuk Pemilih Dewasa, Pemilu Reguler, Akses Publik atas Calon-calon Pemimpin Mereka); 
  • Demokrasi, Siapa yang Memerintah? (Sekilas John Frederick “Jack” Lively, Prinsip Mayoritas, Tingkatan Kewarganegaraan, Keputusan Mayoritas, Kesetaraan Politik, Pemerintahan Rakyat, Syarat yang Tidak Mencukupi, Pemerintahan yang Bertanggung Jawab, Refleksi); 
  • Demokrasi, Liberalisme Lama dan Baru (Sekilas William Ebenstein, Herbert Spencer dan Liberalisme Lama, John Maynard Keynes dan Liberalisme Baru), 
  • Demokrasi dan 'Leftish Politics' (Ebenstein tentang Welfare State, Roosenvelt dan Welfare state, Hoover dan Welfare State, Pound dan Service State, Pigou dan Welfare State); 
  • Demokrasi, antara Konsep dan Praksis (Pengaruh Kondisi Sosial bagi Demokrasi, Pengaruh Filsafat, Peran Rekonsiliasi Politik, Dua Kategori Demokrasi, Kematangan Demokrasi, Review atas Keberatan, Evaluasi Positif); 
  • Demokrasi di Persimpangan (Pluralisme Politik, Pluralisme Amerika Serikat, Pluralisme Kelompok Penekan (PressureGroup), Pluralisme dan Demokrasi, Elitisme, Pareto dan Sirkulasi Elit, Mosca dan The Ruling Elite, Michels dan The Iron Law of Oligarchy, Mills dan Power Elite, Review Teoretisi Elit, Teori Kelas Dominan, Konsep Otonomi Relatif Negara); 
  • Ketidaksetaraan dalam Demokrasi (Parenti dan Inventing Reality, Bowles and Gintis dalam Democracy & Capitalism, Parenti dalam Power and the Powerless, Phillips dalam Engendering Democracy, Dahl dan Keterbatasan Demokrasi, Kritik terhadap Demokrasi Liberal, John Rawls dan Justice as Fairness, Michael Walzer dan Distribusi Keadilan, Irish Marion Young dan Politik Perbedaan, Demokrasi, Demokratisasi, dan Kekerasan); 
  • Demokrasi dan Oligarki (Definisi Oligarki, Beda Elit dan Oligarki, Demokrasi dan Oligarki, Tipe-tipe Oligarki); 
  • Refleksi Plato: Demokrasi Bukan yang Terbaik
  • Daftar Pustaka

SEGERA TERBIT 

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar