Ad Code

Cara Cepat Menulis Penelitian Terdahulu

Cara cepat membuat penelitian terdahulu tenyata mudah, khususnya apabila terdapat dalam karya ilmiah seperti jurnal, skripsi, tesis, ataupun disertasi. Kita cukup melihat pada bagian Abstrak di penelitian-penelitian tersebut.

Caranya adalah sebagai berikut:

Pertama, kita ketikkan judul penelitian kita, khususnya variabel atau konsep penelitian kita. Carilah di internet. Misalnya, judul penelitian kita Pemekaran Provinsi di Indonesia. Setelah itu ditemukanlah sejumlah jurnal ataupun disertasi. Pilihlah salah satu link yang terdapat di mesin pencari judul yang kita kehendaki. 

Kedua, buka atau download jurnal tersebut (mudah-mudahan tersedia Abstrak). Bacalah Abstrak tersebut, misalnya seperti ini :

Tinjauan Kritis Pemekaran Daerah: Pembentukan 8 Provinsi Baru

Seta Basri**) Dosen Tidak Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Sandikta
Email Kontributor: setabasri@gmail.com

ABSTRAK


Pasca  transisi  politik  1998  Indonesia  hingga  tahun  2020  memiliki  8  provinsi  baru.  Provinsi  tersebut  adalah pemekaran  dari  sejumlah  provinsi  yang  sudah  ada.  Studi  pemekaran  daerah  ada  dalam  arus  besar  wacana desentralisasi  pemerintahan  Indonesia.  Perumusan masalah  artikel ini adalah  terdapat  sejumlah  argumentasi yang berbeda  mengenai  8  provinsi  baru  yang  terbentuk  yaitu  Kepulauan  Riau,  Kepulauan  Bangka-Belitung,  Banten, Kalimantan  Utara,  Sulawesi  Barat,  Papua  Barat,  Gorontalo,  dan  Maluku  Utara.  Landasan  teori  menggunakan pendapat  Jean-Paul Faguet, et.al. mengenai desentralisasi dan Gabriel Ferrazzi mengenai territorial reform.  Metode penelitian   menggunakan   analisa   data   sekunder   yang   diperoleh   dari   sumber-sumber   jurnal,   website   resmi pemerintahan,   dan   artikel   online   yang   dapat   ditelusuri   validitasnya.   Data-data   tersebut   difokuskan   pada argumentasi unik  dari  pemekaran provinsi.  Hasil penelitian membuktikan bahwa  terdapat argumentasi  pemekaran provinsi  yaitu  dimensi  etnisitas,  kondisi  geografis,  masalah  agama,  historisitas,  dan    upaya  pemekaran  yang bervariasi dari yang  top  to  bottom hingga bottom to  up. Implikasi  teori adalah  bahwa  territorial reform pada  ke-8 provinsi  berkategori  proliferation  dan  sebab  itu  dapat  digunakan  untuk  menganalisis  pemekaran  provinsi  di Indonesia.
Kata Kunci : Pemekaran daerah, Desentralisasi, Reformasi teritorial
 
 
Itulah Abstrak yang dimaksud. Abstrak adalah kompresi seluruh isi suatu penelitian. Di dalam Abstrak bisa kita temukan: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Landasan Teori, Metode Penelitian, dan Kesimpulan. 

Ketiga, berdasarkan informasi di dalam Abstrak, kita tinggal menulis studi pendahuluan yang wajib kita cantumkan dalam penelitian kita. Contohnya seperti ini:

Penelitian mengenai pemekaran wilayah diantaranya pernah dilakukan Seta Basri (Basri, 2020). Studinya dilakukan atas pemekaran sejumlah provinsi lama menjadi 8 provinsi baru yaitu Kepulauan  Riau,  Kepulauan  Bangka-Belitung,  Banten, Kalimantan  Utara,  Sulawesi  Barat,  Papua  Barat,  Gorontalo,  dan  Maluku  Utara. Masalah yang diteliti oleh Basri adalah setiap provinsi dianggap punya alasan berbeda dalam melakukan pemekaran. Teori yang digunan adalah Faguet, et.al. tentang desentralisasi dan Ferrasi mengenai terriorial reform. Metode yang digunakan adalah library research dengan memanfaatkan internet selaku pencari data. Kesimpulan Basri adalah dalam pemekaran ke-8 provisi baru dilandari pemicu berdimensi etnisitas, kondisi geografis, masalah agama, dan historisitas. Inisiasi pemekaran juga bervariasi dari elit ke massa atau massa ke elit.

 

 Itu adalah bahasan peneliti atas tulisan orang lain yang mirip dengan pelitiannya. Sekarang, peneliti harus membuat perbandingan dengan penelitiannya sendiri. Contohnya seperti ini:

Penelitian yang dilakukan oleh Basri mirip dengan yang akan dilakukan, yaitu juga mengenai pemekaran wilayah. Namun, kajian Basri terlampau luas karena meliputi 8 provinsi yang masing-masing berbeda karakteristiknya. Penelitian ini hanya akan mengambil fokus pada Provinsi Banten saja. Basri menyatakan bahwa di Banten terdapat masalah dimensi etnisitas yaitu rivalitas antara konsep "Sunda Periangan" dan "Sunda Banten." Penelitian saya justru menolak kesimpulan Basri mengenai Banten, bahwa ternyata tidak ada masalah dengan dimensi etnisitas dalam pemekaran Banten dari Jawa Barat. Hal yang mengemuka dalam pemekaran Banten adalah kepentingan elit Banten untuk lepas dari administrasi pemerintahan Jawa Barat sehingga dapat memaksimalisasi kepentingan ekonomi spesifik mereka sendiri.

Penelitian lain mengenai pemekaran wilayah dilakukan oleh Larantiko Saroso (2016) mengenai pemekaran di Maluku Utara dan Banten. Kajian Saroso lebih fokus ketimbang oleh Basri karena ..... [lanjutkan ...... ]

 

Keempat, demikian kiranya cara cepat menulis penelitian terdahulu. Semoga tulisan singkat ini dapat sedikit membantu kebingungan para mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. <sb>

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar